Tentang Berbangga-Bangga
Ketika masih remaja,saya mempunyai obsesi yaitu ingin terkenal.Ingin agar semua pandangan tertuju kepada saya.Caranya bermacam-macam,dari sikap sok pintar sampai mencari perhatian. Tapi semakin bertambah usia saya dan (semoga) semakin bijaksana, saya sadari hal tersebut tidak ada manfaatnya.Saya rasa banyak kejelekannya daripada kebaikannya.
Ternyata bukan saya saja yang seperti itu.
Ada yang berusaha melakukan hal-hal yang berbahaya.Ada yang sok pintar,berbicara tentang sesuatu, padahal dia masih awam tentang hal itu.Ada yang memaksakan diri membeli sesuatu yang ia sebenarnya tidak mampu membelinya.Semuanya bermuara kepada satu hal: mencari kebanggaan.
Memang,manusia mempunyai kecenderungan ingin lebih dari orang lain.Manusia juga mempunyai kecenderungan untuk bersikap egosentris yaitu segala hal tertuju kepadanya.Jika dua kecenderungan itu bersatu padu,akan menimbulkan sebuah sikap berbangga-bangga. Tak usah melihat orang lain.Lihatlah diri kita sendiri.
Apa yang didapatkan dengan sikap berbangga bangga? Sebuah kesenangan semu dan membuat iri hati orang lain.Sehingga bisa menimbulkan sebuah perlombaan kotor yang sifatnya saling menjatuhkan.Karena ingin berbangga-bangga juga menyebabkan orang rela melakukan apa saja, walaupun itu bisa menjatuhkan kehormatannya.Kita lihat para koruptor, mereka rela mendekam di penjara, hilang kehormatan karena hanya ingin dianggap orang kaya.
Nah,itulah kejelekan sikap berbangga-bangga.
Padahal, salah satu sumber kebahagiaan adalah sikap tawadhu.Sikap rendah hati.Sebaliknya, salah satu sebab penderitaan kita adalah kekurangteraturan tawadhu yang ada pada diri kita dan masyarakat. Begitulah yang dikatakan Syaikh Husain al Awayisyah di dalam salah satu bukunya.
Salah satu pengejawantahan sikap rendah hati adalah meninggalkan sikap berbangga-bangga.Bagaimana bisa disebut rendah hati, orang yang senang membanggakan dirinya.Rendah hati dan berbangga-berbangga selamanya tidak akan bisa menyatu pada diri seseorang.Seperti air dan minyak yang dituang dalam satu wadah.
Oleh sebab itu,dalam bercita-cita atau melakukan sesuatu kita harus memperhatikan hal ini.Carilah sesuatu yang berguna.Jangan mencari sesuatu atau mencita-citakan sesuatu karena ingin membanggakannya kepada orang lain.Kualitas seseorang tidak ditentukan oleh apa yang dia banggakan kepada orang lain.Faktor-faktor internalah yang lebih berpengaruh.
Di dalam tulisan ini, saya tidak sedang menyinggung siapapun.Tulisan ini merupakan buah perenungan tentang hal-hal yang pernah dan akan saya alami dalam hidup ini.Begitu pula tulisan-tulisan saya yang lain.Andaikan ada yang merasa tersinggung atau kurang nyaman dengan tulisan saya, saya memohon kesediaanya untuk memberikan maaf.
