Tentang Berbangga-Bangga

November 5, 2009

Ketika masih remaja,saya mempunyai obsesi yaitu ingin terkenal.Ingin agar semua pandangan tertuju kepada saya.Caranya bermacam-macam,dari sikap sok pintar sampai mencari perhatian. Tapi semakin bertambah usia saya dan (semoga) semakin bijaksana, saya sadari hal tersebut tidak ada manfaatnya.Saya rasa banyak kejelekannya daripada kebaikannya.

Ternyata bukan saya saja yang seperti itu.

Ada yang berusaha melakukan hal-hal yang berbahaya.Ada yang sok pintar,berbicara tentang sesuatu, padahal dia masih awam tentang hal itu.Ada yang memaksakan diri membeli sesuatu yang ia sebenarnya tidak mampu membelinya.Semuanya bermuara kepada satu hal: mencari kebanggaan.

Memang,manusia mempunyai kecenderungan ingin lebih dari orang lain.Manusia juga mempunyai kecenderungan untuk bersikap egosentris yaitu segala hal tertuju kepadanya.Jika dua kecenderungan itu bersatu padu,akan menimbulkan sebuah sikap berbangga-bangga. Tak usah melihat orang lain.Lihatlah diri kita sendiri.

Apa yang didapatkan dengan sikap berbangga bangga? Sebuah kesenangan semu dan membuat iri hati orang lain.Sehingga bisa menimbulkan sebuah perlombaan kotor yang sifatnya saling menjatuhkan.Karena ingin berbangga-bangga juga menyebabkan orang rela melakukan apa saja, walaupun itu bisa menjatuhkan kehormatannya.Kita lihat para koruptor, mereka rela mendekam di penjara, hilang kehormatan karena hanya ingin dianggap orang kaya.

Nah,itulah kejelekan sikap berbangga-bangga.

Padahal, salah satu sumber kebahagiaan adalah sikap tawadhu.Sikap rendah hati.Sebaliknya, salah satu sebab penderitaan kita adalah kekurangteraturan tawadhu yang ada pada diri kita dan masyarakat. Begitulah yang dikatakan Syaikh Husain al Awayisyah di dalam salah satu bukunya.

Salah satu pengejawantahan sikap rendah hati adalah meninggalkan sikap berbangga-bangga.Bagaimana bisa disebut rendah hati, orang yang senang membanggakan dirinya.Rendah hati dan berbangga-berbangga selamanya tidak akan bisa menyatu pada diri seseorang.Seperti air dan minyak yang dituang dalam satu wadah.

Oleh sebab itu,dalam bercita-cita atau melakukan sesuatu kita harus memperhatikan hal ini.Carilah sesuatu yang berguna.Jangan mencari sesuatu atau mencita-citakan sesuatu karena ingin membanggakannya kepada orang lain.Kualitas seseorang tidak ditentukan oleh apa yang dia banggakan kepada orang lain.Faktor-faktor internalah yang lebih berpengaruh.

Di dalam tulisan ini, saya tidak sedang menyinggung siapapun.Tulisan ini merupakan buah perenungan tentang hal-hal yang pernah dan akan saya alami dalam hidup ini.Begitu pula tulisan-tulisan saya yang lain.Andaikan ada yang merasa tersinggung atau kurang nyaman dengan tulisan saya, saya memohon kesediaanya untuk memberikan maaf.

Pentingnya Proses

October 8, 2009

Imam Ibnul Qayim menceritakan-di dalam kitabnya Raudhatul Muhibbin-kisah seorang miskin.Orang tersebut sangat miskin sehingga penguasa daerahnya merasa iba.Oleh penguasa,orang miskin tersebut diberi uang yang sangat banyak.Tapi apa yang terjadi? Bukannya kesenangan yang didapat,akan tetapi kematian.Si miskin kaget karena tiba-tiba menerima uang banyak.Akhirnya anak si miskin mengembalikan uang tersebut ke penguasa.

Dengan tidak menafikkan takdir, orang miskin tadi mungkin tidak akan seperti itu bila mendapatkan uang tersebut tidak dengan sekaligus.Rasa kaget disebabkan karena dia tidak bisa menerima dengan tiba-tiba keadaan yang berbeda dengan keadaan dia sebelumnya.Rasa kaget itu begitu dahsyatnya,sehingga menimbulkan kematian.Rasa kaget adalah reaksi ketika sebuah hukum alam dilanggar.Yaitu: setiap hal harus melalui proses.

Sudah menjadi sunatullah,bahwa apapun yang terjadi di dunia ini melalui proses.Kita lihat bayi,untuk menjadi seperti itu butuh waktu yang tidak sebentar.Dari setetes mani yang bertemu dengan sel telur.Kemudian menjadi embrio.Dan seterusnya.Semua itu mempunyai rahasia dan hikmah,yang bisa kita ungkap dengan cara berfikir dan merenunginya.

Salah satu rahasia yang bisa diungkap adalah: dengan melalui proses,akan dihasilkan sebuah kekuatan.Kekuatan yang didapatkan melalui tahap demi tahap. Kekuatan yang didapatkan melalui proses pasti lebih permanen bila dibandingkan dengan yang didapatkan secara instan.Dengan melalui proses,kita juga dapat belajar.Sama seperti kekuatan,hasil belajar yang didapatkan dengan proses pasti lebih permanen bila dibandingkan dengan cara instan.

Hakikat hidup adalah proses.Dari yang tidak ada menjadi ada.Dari yang tidak bisa menjadi bisa.Dan seterusnya.Alangkah kelirunya bila ada orang yang menafikkan hal ini.Sebab,apapun yang dia lakukan adalah proses itu sendiri.Apapun aktifitas yang dia lakukan adalah sebuah proses.

Lantas,apa jadinya jikalau ada orang yang mencoba mendapatkan sesuatu tapi tidak menghendaki adanya proses? Atau menghendaki mempersingkat sebuah proses yang sebenarnya tidak boleh dipersingkat?

Anda pernah melihat kupu-kupu? Dari ulat yang menjadi kepompong.Kemudian menjadi kupu-kupu.Semua adalah proses yang dijalani nya sendiri yang sifatnya berurutan dan harus tuntas.Segenap proses itu berakhir dengan keluarnya kupu-kupu dari kepompong.Tapi proses yang terakhir inilah yang paling penting.Ketika kita mencoba mengeluarkan kupu-kupu itu dari kepompongnya,matilah ia.

Sepertinya terlalu berlebihan kalau mengatakan orang yang tidak menghendaki proses atau mempersingkat proses seperti kupu-kupu yang mati tadi.Walaupun begitu,tidak tertutup kemungkinan hal seperti itu terjadi.Bentuknya bisa beraneka ragam.Bisa sebuah kegagalan,frustasi,dan hal negatif lainnya.Coba anda renungkan mengapa hal ini terjadi!

Nah,kalau sudah seperti itu,dapat disimpulkan bahwa proses sangatlah penting.Oleh sebab itu,harus dijalankan walaupun kadang terasa berat.Jangan ditinggalkan kalau ingin mendapatkan hasilnya.Semoga dengan itu,semakin bertambah kedewasaan dan kebijaksanaan kita.

Mudik

September 8, 2009

Tidak terasa lebih dari dua minggu kita berpuasa.Semoga kita tetap kuat menjalaninya sampai akhir bulan Ramadhan.Jadikanlah bulan suci ini sebagai sarana untuk mendapatkan ampunanNya.Sebab,ampunanNya lebih baik dan lebih berharga daripada dunia dan seisinya.Jangan sia-siakan waktu,sebab waktu adalah nafas yang takkan pernah kembali.

Sebentar lagi Idul Fitri.Hampir setiap muslim mempersiapkannya jauh hari.Entah dengan membeli baju baru.Merenovasi rumah dan yang lain.Dan jangan lupakan mudik bagi yang tempat tinggalnya berada di luar daerah kelahirannya.Mudik memang termasuk ritual tahunan bangsa kita.Bahkan bisa disebut wajib bagi para perantau.

Begitu ‘sakral’ nya ritual mudik ini,sehingga banyak orang yang memaksakan diri melakukannya walaupun tidak memiliki kemampuan.Kita lihat,banyak orang yang rela berdesak-desakkan,berdiri di bis atau kereta.Atau ada yang rela naik motor untuk menempuh jarak ratusan kilo bersama keluarganya.Tentunya hal tersebut sangat berbahaya. Selayaknya seseorang melihat kemampuan yang ada pada dirinya dan berbuat berdasarkan apa yang dia mampu. Jangan sampai kesusahan yang didapatkan,bukannya kesenangan.

Saya teringat ketika kantor mengadakan pelatihan.Ada sesi dimana peserta disuruh untuk mematahkan pensil menggunakan jari tangan.Saya lihat,sebagian besar peserta mampu mematahkan pensil.Harap maklum,pensilnya terbuat dari kayu.Lain halnya,bila pensil tersebut terbuat dari besi atau baja,saya yakin kebanyakan orang tidak bisa mematahkannya.

Nah,berusaha mematahkan pensil besi serupa dengan sikap memaksakan diri.Hasilnya,sebuah rasa sakit atau bahkan kegagalan yang klimaksnya adalah patahnya jari tangan kita.Patahnya jari tangan berupa banyaknya hutang,kecelakaan dan masih banyak lagi.

Saya tidak menghalangi niat anda untuk mudik.Bagaimanapun juga,keinginan untuk menyambung tali silaturahmi dengan kerabat dan teman yang lama tidak bertemu adalah perbuatan terpuji.Yang kurang terpuji adalah sikap memaksakan diri ketika kita tidak atau kurang mampu untuk melaksanakannya.

Banyak alternatif lain yang bisa diambil.Misalnya,mudik pada waktu selain Idul Fitri.Atau mudik pada saat Idul Fitri,tapi beberapa tahun sekali.Dan masih banyak lagi.Alternatif adalah bagaimana cara mematahkan pensil besi tanpa membuat tangan sakit atau terluka.Andaikan banyak orang yang seperti itu,mungkin kecelakaan dan kemacetan jalan bisa diminimalisir.

Sebagai penutup,saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H,Taqoballahu Minna wa Minkum.Selamat mudik,hati-hati di jalan.Dan jangan lupa oleh-olehnya dikirim kesini,hehehe.