Bermusyawarahlah

October 27, 2008

Sedapat mungkin saya dan istri bermusyawarah sebelum melaksanakan suatu hal atau memutuskan suatu masalah,sekecil apapun.Bahkan dengan putri kami yang berusia belum genap empat tahun.Bagi kami,melaksanakan suatu hal atau memutuskan suatu masalah tanpa dimusyawarahkan terasa tidak enak saat menjalaninya Apalagi untuk hal-hal yang menurut kami besar,kami biasa bermusyawarah dengan orang tua,mertua,ipar dan lain-lain.

Bermusyawarahlah.Bermusyawarahlah sebelum melaksanakan suatu hal atau memutuskan suatu masalah.Tidak bijak apabila kita melaksanakan suatu hal-yang melibatkan orang lain-atau memutuskan suatu masalah tanpa bermusyawarah terlebih dahulu.Sebab bisa jadi, kita kurang menguasai hal-hal atau masalah itu,dan siapa tahu ada pihak yang kurang setuju dengan pendapat kita.

Demikian pentingnya fungsi bermusyawarah sehingga : “Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam mengajak para sahabatnya-radhiyallahu ‘anhu- bermusyawarah ketika mengahadapi hal-hal yang sulit maupun mudah.”demikian kata Syaikh Musthafa Al ‘Adawy di dalam kitabnya Fiqhul Akhlaq wal Muamalat bainal Mu’minin. Padahal Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam adalah sebaik-baik teladan.

Saya membagi musyawarah menjadi dua,yaitu musyawarah untuk menyatukan tujuan dan musyawarah dengan orang yang bijak,berpengetahuan luas dan berpengalaman.

1.Musyawarah untuk menyatukan tujuan

Kita harus tahu,pendapat seseorang dengan orang lain bisa jadi berbeda.Untuk mencapai suatu tujuan,kita harus menyatukan pendapat-pendapat itu dengan bermusyawarah,menyeleksinya dan memutuskan pendapat mana yang paling cocok untuk dilaksanakan.Hal ini sangat penting,sebab kalau tidak seperti itu,dikhawatirkan terjadinya ketidakpuasan dari salah satu pihak.Dengan bermusyawarah,seseorang yang mengeluarkan pendapat yang salah akan tahu kesalahan pendapatnya dan mengakui bahwa pendapat yang terpilih merupakan pendapat bersama (ini untuk orang yang berjiwa besar lho!).

Seorang pemimpin yang baik,pasti menjadikan musyawarah sebagai hal yang selalu dilakukan.Sebab,bisa jadi ada anak buahnya yang tidak setuju apabila dia menetapkan suatu tujuan hanya berdasarkan pendapatnya sendiri.Disamping itu,masukan-masukan dari anak buahnya bisa jadi lebih baik daripada pendapatnya.Dan,musyawarah menjadi hal yang bisa mengurangi jarak antara pemimpin dan anak buahnya.

2.Musyawarah dengan orang yang lebih bijak,berpengetahuan luas dan berpengalaman

Imam Al Mawardi berkata di dalam kitabnya Adabud Dunya wad Dien, “Ciri kematangan berpikir seseorang adalah tidak memutuskan suatu masalah sebelum bermusyawarah dengan orang yang bijak,berpengetahuan luas dan berpengalaman..”

Secara logika,manusia tidak mengetahui atau menguasai semua hal.Untuk itu,diperlukan musyawarah atau berembuk dengan orang yang bijak,berpengetahuan luas dan berpengalaman sebelum seseorang memutuskan suatu masalah.Dengan ini,diharapkan akan memperkecil kesalahan dan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Dengan bertanya kepada orang yang bijak,berpengetahuan luas dan berpengalaman juga diharapkan hasil yang terbaik dari apa yang kita lakukan.Orang yang bijak,berpengetahuan luas dan berpengalaman bisa jadi memberikan petuah petuah yang sangat tepat bila dibandingkan apabila kita berkonsultasi dengan orang yang tidak seperti mereka.Apalagi hanya dengan pendapat sendiri.

Demikianlah,

Setelah kita tahu betapa pentingnya bermusyawarah,maka mari kita jadikan musyawarah sebagai tradisi.Jangan kita menjadi orang yang angkuh dengan akal kita,sehingga menjadikan kita segan untuk bermusyawarah.Dan janganlah kita menjadi orang yang keras kepala,karena biasanya keputusannya jauh dari kebenaran.Ini bukan pendapat saya lho,ini adalah pendapat Saif bin Dzi Yazan,yang saya nukil dari kitab Adabud Dunya wad Dien.

Tapi tidak semua hal harus dimusyawarahkan.Jika kita sudah menguasainya dan memang tidak perlu untuk dimusyawarahkan,maka tidak perlu dimusyawarahkan. Syaikh Musthafa Al ‘Adawy berkata,” Namun,tidak setiap tindakan harus meminta pendapat setiap orang terlebih dahulu.Cukuplah bahwa anda yakin akan kebenaran sikap anda,setelah itu bertawakalah.”

Sebagai penutup,saya nukilkan syair dari Bisyar bin Burd ;

Bila sampailah pendapat musyawarah minta tolonglah
Dengan pendapat yang akurat atau penasihat yang bijak
Dan jadikanlah musyawarah sebagai beban berat
Bulu halus di sayap burungpun adalah penguat bulu kasarnya.

.

Perumpamaan Nasehat

October 21, 2008

Perumpamaan orang yang menasehati adalah perumpamaan perjalanan antara aku dan engkau.Tujuan kita sama,sebuah tempat yang indah,yang belum pernah kita bayangkan keindahannya.Tapi perjalanan menuju tempat itu tidak mudah,sulit sekali dan mendaki,dan sedikit sekali yang mau menempuhnya.Bekal kita hanya petunjuk yang diberikan kepada kita,tanpa petunjuk itu kita tidak bisa mencapai tujuan,bahkan mungkin tersesat menuju jalan yang lain atau terjatuh ke jurang yang terdapat di kiri kanan jalan.

Tapi kawan,kadang aku tersesat,aku menempuh jalan yang berbeda dengan petunjuk yang diberikan.Engkaupun segera menyeru,”Wahai kawan,engkau memasuki jalan yang salah! Jalanmu tidak sesuai dengan yang ada di petunjuk!” Aku tahu kawan,engkau memperingatkanku karena engkau sayang kepadaku.

Tapi kawan,setelah sekian lama perjalanan,aku menjadi capek dan jenuh.Kulihat banyak fatamorgana yang seolah memanggil-manggil aku untuk memasukinya.” Kemari wahai musafir,aku mempunyai jalan pintas menuju ke tempat yang engkau tuju.” Aku tidak tahu wahai kawan,bahwa jalan penuh fatamorgana itu termasuk jalan yang diperingatkan oleh petunjuk agar jangan memasukinya. Engkaupun segera menyeru,”Wahai kawan,engkau memasuki jalan yang salah! Jalanmu tidak sesuai dengan yang ada di petunjuk!” Aku tahu kawan,engkau memperingatkanku karena engkau sayang kepadaku.

Tapi kawan,setelah di perjalanan kita mendapatkan teman,sikapku mulai berubah kepadamu.Aku seolah tidak tahu,bahwa mereka mengajakku untuk melewati jalan yang salah,yang berbeda dengan yang ada di petunjuk,aku seolah tidak tahu,bahwa mereka mengajakku untuk melewati jalan yang penuh fatamorgana itu.

Engkaupun segera menyeru,”Wahai kawan,engkau jangan ikuti mereka ! Arah perjalanan mereka tidak sesuai yang ada di petunjuk !” Aku tahu kawan,engkau memperingatkanku karena engkau sayang kepadaku.

Tapi kawan,aku merasa engkau terlalu mencampuri urusanku.Tanpa sadar aku mengikuti kawan-kawan baru ku.Engkau tanpa lelah memperingatkanku.Sampai pernah engkau memperingatkanku dengan keras.Aku jadi marah kepadamu.

Tapi kawan,aku minta maaf kepadamu,aku mengikuti jalan teman-teman baruku sekarang.Kita berpisah.

Tapi engkau tetap saja berkata, ,”Wahai kawan,engkau jangan ikuti mereka ! Arah perjalanan mereka tidak sesuai yang ada di petunjuk !” Aku tahu kawan,engkau memperingatkanku karena engkau sayang kepadaku.

Berawal dari Kamar Mandi

October 20, 2008

Anda pernah mendengar pernyataan : Kalau ingin mengetahui jorok tidaknya suatu keluarga,lihatlah pada kamar mandinya?Saya pernah dengar beberapa kali.Saya pikir,kok ada benarnya ya,pernyataan ini.Sebab kamar mandi adalah suatu tempat yang kalau tidak dipelihara dengan baik,akan menjadi sebuah tempat yang mengerikan-dalam tanda kutip- dan akan mencerminkan bagaimana keluarga yang memilikinya.

Pakaian kotor bergantungan dan bertumpuk dimana-mana,tempat sabun,odol,sikat gigi,shampo terlihat berantakan,belum lagi plastik-plastik bekas kemasan sachet shampo yang berceceran,serta ditambah bau yang kurang sedap plus kecoa mungkin wajar kita jumpai di kamar mandi kita.Padahal,kalau kita pikir,kamar mandi merupakan salah satu ruangan yang sering dipakai oleh anggota keluarga kita.Apa tidak risih,saat kita melihat pemandangan seperti itu?

Secara estetis ( ceilee bahasanya ) pemandangan tersebut tidak enak dipandang mata,tapi ada dua hal yang lebih penting dari itu,yaitu menyangkut kesehatan dan harga diri keluarga.Kesehatan,ya jelas,segala sesuatu yang kotor,lembab dan tak terurus pasti berdampak timbulnya berbagai macam penyakit,mulai dari yang ringan sampai yang berat.Belum lagi dampak dari binatang yang muncul.Saya pernah mendengar berita bahwa ada beberapa wanita dari sebuah negara di benua Amerika yang meninggal dunia setelah memakai kloset duduknya.Setelah diselidiki,mereka tewas karena digigit oleh laba-laba yang ada di dalam kloset !

Yang kedua,harga diri.Bagaimana reaksi dan komentar orang lain yang kebetulan memakai kamar mandi kita kalau tahu kondisinya seperti itu? Pastinya pada saat dihadapan kita,dia diam saja.Yang jadi masalah,saat dia tidak dihadapan kita,kalau dia menceritakan kepada yang lain bahwa keluarga kita jorok,bagaimana?Saya rasa tidak enak kalau keluarga kita dicap sebagai keluarga yang jorok.

Sebelum terlambat,di bawah ini ada beberapa tips mengurus kamar mandi,agar lebih bersih dan sedap dipandang mata :

1.Perlu anda ketahui,bersih itu bukan berarti harus mewah dan indah.Bersih itu terbebas dari segala yang kotor dan berpenyakit.Jadi,tidak masalah kalau kamar mandi kita sederhana,bahkan sangat sederhana sekalipun;

2.Bersihkan kamar mandi minimal seminggu sekali,kuras baknya.Bersihkan dengan cairan pembersih.Begitu juga klosetnya,hilangkan kerak atau karatnya dan juga jangan lupa lantai kamar mandinya anda sikat;

3.Jangan terbiasa membuang sampah di kamar mandi.Letakkan tong sampah kecil,kalau bisa dalam posisi menggantung untuk menghemat ruang.Buang sampah yang ada di tong sampah setiap hari;

4.Jangan terbiasa menggantungkan pakaian di kamar mandi,menggantung pakaian dapat menyebabkan pakaiannya menjadi sarang nyamuk;

5.Rapihkan tempat sabun,odol,shampoo,sikat gigi dan lain-lain,letakkan di tempat khusus;

6.Sediakanlah keranjang pakaian,masukkan pakaian kotor ke dalamnya,bukan ke kamar mandi;

7.Letakkan kapur untuk membasmi binatang seperti kecoak,sesekali anda periksa,siapa tahu ada binatang-binatang berbahaya di kamar mandi;

8.Usahakanlah kloset setelah ‘dipakai’ disiram sampai bersih dan disiram dengan air sabun mandi untuk menghilangkan baunya.

9.Berilah pewangi,agar baunya selalu segar.

Demikian tips dari saya,semoga bermanfaat

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Viewfinder Design