Perumpamaan Nasehat
Perumpamaan orang yang menasehati adalah perumpamaan perjalanan antara aku dan engkau.Tujuan kita sama,sebuah tempat yang indah,yang belum pernah kita bayangkan keindahannya.Tapi perjalanan menuju tempat itu tidak mudah,sulit sekali dan mendaki,dan sedikit sekali yang mau menempuhnya.Bekal kita hanya petunjuk yang diberikan kepada kita,tanpa petunjuk itu kita tidak bisa mencapai tujuan,bahkan mungkin tersesat menuju jalan yang lain atau terjatuh ke jurang yang terdapat di kiri kanan jalan.
Tapi kawan,kadang aku tersesat,aku menempuh jalan yang berbeda dengan petunjuk yang diberikan.Engkaupun segera menyeru,”Wahai kawan,engkau memasuki jalan yang salah! Jalanmu tidak sesuai dengan yang ada di petunjuk!” Aku tahu kawan,engkau memperingatkanku karena engkau sayang kepadaku.
Tapi kawan,setelah sekian lama perjalanan,aku menjadi capek dan jenuh.Kulihat banyak fatamorgana yang seolah memanggil-manggil aku untuk memasukinya.” Kemari wahai musafir,aku mempunyai jalan pintas menuju ke tempat yang engkau tuju.” Aku tidak tahu wahai kawan,bahwa jalan penuh fatamorgana itu termasuk jalan yang diperingatkan oleh petunjuk agar jangan memasukinya. Engkaupun segera menyeru,”Wahai kawan,engkau memasuki jalan yang salah! Jalanmu tidak sesuai dengan yang ada di petunjuk!” Aku tahu kawan,engkau memperingatkanku karena engkau sayang kepadaku.
Tapi kawan,setelah di perjalanan kita mendapatkan teman,sikapku mulai berubah kepadamu.Aku seolah tidak tahu,bahwa mereka mengajakku untuk melewati jalan yang salah,yang berbeda dengan yang ada di petunjuk,aku seolah tidak tahu,bahwa mereka mengajakku untuk melewati jalan yang penuh fatamorgana itu.
Engkaupun segera menyeru,”Wahai kawan,engkau jangan ikuti mereka ! Arah perjalanan mereka tidak sesuai yang ada di petunjuk !” Aku tahu kawan,engkau memperingatkanku karena engkau sayang kepadaku.
Tapi kawan,aku merasa engkau terlalu mencampuri urusanku.Tanpa sadar aku mengikuti kawan-kawan baru ku.Engkau tanpa lelah memperingatkanku.Sampai pernah engkau memperingatkanku dengan keras.Aku jadi marah kepadamu.
Tapi kawan,aku minta maaf kepadamu,aku mengikuti jalan teman-teman baruku sekarang.Kita berpisah.
Tapi engkau tetap saja berkata, ,”Wahai kawan,engkau jangan ikuti mereka ! Arah perjalanan mereka tidak sesuai yang ada di petunjuk !” Aku tahu kawan,engkau memperingatkanku karena engkau sayang kepadaku.

katakanlah bahwa itu benar atau salah !
Sudah gabung ? nyambil yo
http://klikrupiah.com/register.php?r=asephd
tks
http://www.asephd.co.cc
Comment by Kaka — October 22, 2008 @ 7:41 am
nasehat memang sesuatu yang penting untuk mengemablikan mereka yang jalannya tidak lurus lagi
kadang-kadang, saking banyaknya nasehat jadi lupa untuk menjalaninya
jadilah dia disebut sebagai Kiyai Dzarkoni
“bisa berujar nggak bisa nglakoni”
“NATO”
“OmDo”
Semoga kita nggak masuk golongan itu
amin.
salam
Comment by eshape — October 22, 2008 @ 9:16 am
nasehat memang sesuatu yang penting untuk mengemablikan mereka yang jalannya tidak lurus lagi
kadang-kadang, saking banyaknya nasehat jadi lupa untuk menjalaninya
jadilah dia disebut sebagai Kiyai Dzarkoni
“bisa berujar nggak bisa nglakoni”
“NATO”
“OmDo”
Semoga kita nggak masuk golongan itu
amin.
salam
Comment by eshape — October 22, 2008 @ 9:17 am
nasehat memang sesuatu yang penting untuk mengemablikan mereka yang jalannya tidak lurus lagi
kadang-kadang, saking banyaknya nasehat jadi lupa untuk menjalaninya
jadilah dia disebut sebagai Kiyai Dzarkoni
“bisa berujar nggak bisa nglakoni”
“NATO”
“OmDo”
Semoga kita nggak masuk golongan itu
amin.
salam
Comment by eshape — October 22, 2008 @ 9:49 am
nasehat memang sesuatu yang penting untuk mengemablikan mereka yang jalannya tidak lurus lagi
kadang-kadang, saking banyaknya nasehat jadi lupa untuk menjalaninya
jadilah dia disebut sebagai Kiyai Dzarkoni
“bisa berujar nggak bisa nglakoni”
“NATO”
“OmDo”
Semoga kita nggak masuk golongan itu
amin.
salam
eko.eshape@telkom.net
Comment by eshape — October 22, 2008 @ 9:50 am
nasehat memang sesuatu yang penting untuk mengemablikan mereka yang jalannya tidak lurus lagi
kadang-kadang, saking banyaknya nasehat jadi lupa untuk menjalaninya
jadilah dia disebut sebagai Kiyai Dzarkoni
“bisa berujar nggak bisa nglakoni”
“NATO”
“OmDo”
Semoga kita nggak masuk golongan itu
amin.
salam
Comment by eshape — October 22, 2008 @ 9:58 am
benar mas
Comment by duadua — October 23, 2008 @ 12:47 am
wah komentarku kok dobel2 ya?
sori ya…
Comment by eshape — October 23, 2008 @ 2:05 am
gak apa apa,santai aja
Comment by duadua — October 23, 2008 @ 9:35 am
hmmm blog yg bagus.. inspiring !
=====
Terima kasih
Comment by Anjari Umarjianto — October 23, 2008 @ 10:04 am
terkadang kita memang butuh nasehat teman untuk kontrol diri..
====
saya setuju
Comment by easy — October 24, 2008 @ 4:20 am
nice post..and blog too..
====
thanks bro
Comment by marewa — October 26, 2008 @ 7:15 am