Berbuat Yang Terbaik

December 16, 2008

Menurut H.B Jassin-berdasarkan percakapan beliau dengan kawan-kawan dekatnya,yang saya kutip dari buku biografi beliau “ Antara Imajinasi dan Hukum”-penilaian sastra harus memenuhi lima syarat :

1.Ada perasaan di dalamnya;
2.Bahasanya indah;
3.Ada logika
4.Ada pemikiran,konsep atau filsafat (mengenai filsafat,saya termasuk orang yang kurang setuju dengan ilmu ini,mungkin di lain kesempatan kita bahas)
5.Keserasian bentuk dan isi.

Disini kita sedang tidak membahas tentang sastra,disamping saya bukan ahlinya,saya tidak ingin melenceng dari tema blog kita,belajar untuk lebih dewasa.Kita akan membahas sebuah puisi yang saya kira memenuhi syarat-syarat sastra yang dikemukakan oleh H.B Jassin tadi.Puisi ini dikarang oleh seorang penyair,Douglas Malloch.Berikut isi puisinya :

Apabila kamu tidak bisa menjadi sebatang pinus di puncak bukit,
jadilah sebuah belukar di lembah—tapi jadilah
Belukar terbaik yang ada di tepi anak sungai;
Jadilah sebuah semak,jika anda tidak bisa menjadi pohon.
Apabila anda tidak bisa menjadi sebuah semak,jadilah sepotong rumput,
Dan beberapa jalan yang bahagia akan terbentuk;
Jika anda tidak bisa menjadi sebuah pohon kesturi,maka jadilah
pohon linde-tapi pohon linde terhidup yang ada di tepi danau !
Kita tidak bisa semuanya menjadi kapten,kita harus menjadi kru,
ada sesuatu untuk kita semua disini.
Ada pekerjaan besar yang harus dilakukan dan ada pekerjaan kecil
yang harus dilakukan
Dan tugas yang harus kita lakukan adalah yang paling dekat.
Apabila anda tidak bisa menjadi sebuah jalan besar,maka jadilah
sebuah jalan kecil,
Apabila anda tidak bisa menjadi mentari,jadilah sebuah bintang;
Bukanlah berdasarkan ukuran anda menang atau anda gagal—
jadilah yang terbaik dari apapun anda!

Saya tidak akan menterjemahkan puisi ini kata perkata,hanya inti-intinya saja.Dan mungkin,apa yang Douglas Malloch maukan dengan bait-bait puisinya berbeda dengan interpretasi saya.Tidak apa-apa,memang begitulah puisi.Setiap orang bebas menginterpretasi dengan pendapatnya sendiri.

Terkungkung Dengan Keadaan

Selama ini,kita terkungkung dengan keadaan.Sulit sekali bagi kita merasa rela dengan segala apa yang kita terima.Tak jarang,kita merasa sebagai orang yang tidak beruntung.Mungkin,ini disebabkan karena kita hanya melihat orang-orang yang dalam hal kedudukan atau prestasi diatas kita,yang menjadikan kita merasa menjadi manusia yang tidak berguna.Seharusnya tidak begitu,apapun kita,pasti bisa bagi kita melakukan hal yang berguna,minimal bagi kita sendiri,apatah lagi bisa bermanfaat untuk masyarakat luas.Tidak ada manusia sampah,setiap manusia berguna.Orang yang merasa dirinya tidak berguna sebenarnya tidak tahu hakikat,bahwa setiap manusia itu sama.Yang membedakan adalah semangat untuk memperbaiki diri dan keadaan.

Thomas Carlyle berkata,”Berbuatlah!Hanya dengan begitu,kita dapat membuat mungkin apa yang tidak mungkin.” Ya,hanya dengan berbuatlah,kita bisa merubah keadaan.Yang membedakan antara pemenang dengan pecundang adalah bagaimana dia berbuat.Tidak masalah bagaimanapun keadaan kita sekarang,yang paling penting apakah kita telah berbuat dengan sebaik-baiknya.Thomas Carlyle berkata lagi,”Yang utama bagi kita bukanlah memandang apa yang samara-samar di tempat yang jauh,tapi berbuatlah apa yang jelas di hadapan kita.”

Jadilah Belukar Yang Terbaik

Apabila kamu tidak bisa menjadi sebatang pinus di puncak bukit,
jadilah sebuah belukar di lembah—tapi jadilah
Belukar terbaik yang ada di tepi anak sungai

Tidak mungkin semua orang bisa menjadi pinus yang tumbuh di puncak bukit.Sebab,yang namanya puncak bukit,lahannya pasti terbatas.Apa jadinya kalau semua tumbuhan hanya tumbuh di puncak bukit?Pasti akan terjadi kekacauan yang sangat besar.Sebuah bukit,akan menjadi indah apabila ditumbuhi tumbuhan lain selain sebatang pinus yang ada di puncaknya,mungkin di lereng atau di kaki bukit.Tumbuhan-tumbuhan lain itu juga diperlukan supaya bukit tersebut tidak longsor.

Puncak keindahan sebuah bukit adalah apa yang mengelilinginya,apa gunanya bukit yang hijau,tapi di kelilingi oleh lembah yang gersang.Semua tumbuhan mempunyai pengaruh dalam menentukan indahnya perbukitan,termasuk belukar.Belukar memberi keindahan dan keteduhan yang tidak bisa diberikan oleh pinus yang tumbuh di puncak bukit.Walaupun belukar itu tumbuh di lembah.

Apakah kita hanya cukup menjadi sebuah belukar saja tanpa memberi manfaat kepada yang lainnya ?Oh,tidak,walaupun kita hanya sebuah belukar,apa salahnya kita menjadi belukar terbaik yang memberikan keindahan lebih dari belukar yang lain.

jadilah sebuah belukar di lembah—tapi jadilah
Belukar terbaik yang ada di tepi anak sungai

Psikolog terkenal,William James berkata,” Merasa relalah untuk menerima segala sesuatu.” Merasa relalah walaupun kita hanya bisa menjadi belukar,yang tumbuh di lembah.Berbuatlah yang sebaik-baiknya apapun posisi kita sekarang.

Kru Yang Kompak

Masalah kepemimpinan,tampaknya hampir setiap orang menginginkannya.Padahal,kepemimpinan membutuhkan tanggung jawab yang tidak semua orang bisa mengembannya.Kepemimpinan membutuhkan kepandaian untuk mengatur dan mendelegasikan tugas.

Kita tidak bisa semuanya menjadi kapten,kita harus menjadi kru,
ada sesuatu untuk kita semua disini.

Seperti sebuah kapal,dia tidak hanya membutuhkan kapten,tapi juga nahkoda dan anak buah kapal.Untuk menjaga agar kapal bisa berlayar dan selamat sampai tujuan,maka diperlukan kerjasama antara kapten dan kru.Apa jadinya kalau setiap orang ingin menjadi kapten?Siapa yang akan menjalankan kapalnya,dan siapa yang akan melaksanakan tugas-tugas lainnya?

Bisnis adalah olahraga tim,demikian kata ayah kaya Robert T.Kiyosaki.Saya kira bukan hanya bisnis saja.Keluarga adalah olahraga tim,perkumpulan-perkumpulan adalah olahraga tim,dan setiap hal yang melibatkan banyak orang dan membutuhkan kerjasama adalah olahraga tim.

Kekompakan.Itu resep agar kru atau tim kita bisa sukses dalam misi-misinya.Seorang pemimpin harus menjaga ini.Untuk anak buah,jangan melihat peran apa yang diberikan oleh pemimpin,sebab,sekecil apapun tugas yang diberikan,berpengaruh terhadap maju atau tidaknya suatu tim.

Ada pekerjaan besar yang harus dilakukan dan ada pekerjaan kecil
yang harus dilakukan
Dan tugas yang harus kita lakukan adalah yang paling dekat

Yang paling dekat,maksudnya : tugas yang sekarang dibebankan kepada kita.Tidak usah bermimpi menjadi pemimpin,kalau sewaktu menjadi anak buah tidak mampu menyelesaikan tugas-tugasnya.Kerjakanlah tugas anda,itu kewajiban kita.Saya ingatkan lagi kata-kata Thomas Carlyle,”Yang utama bagi kita bukanlah memandang apa yang samara-samar di tempat yang jauh,tapi berbuatlah apa yang jelas di hadapan kita.”

Berbuat Yang Terbaik

Bukanlah berdasarkan ukuran anda menang atau anda gagal—
jadilah yang terbaik dari apapun anda!

Maksudnya disini : berbuatlah sebaik-baiknya,jangan melihat anda menang ataupun anda gagalnya sekarang,karena itu sebuah proses,maka berbuatlah sebaik-baiknya agar anda menang dan tidak gagal.Ini saya simpulkan dengan logika,untuk apa kita berbuat yang sebaik-baiknya kalau tahu kegagalanlah hasilnya.Tujuan berbuat sebaik-baiknya adalah untuk memperoleh kemenangan,bukan kegagalan.

Awal dari ini adalah : kepercayaan.”Belajar percaya adalah sangat penting.Ini faktor dasar untuk berhasil dalam setiap perbuatan”,demikian kata Norman V.Peale di dalam bukunya The Power Of Positive Thinking.Sementara,William James berkata,”Kepercayaan kita pada awal suatu perbuatan yang meragukan adalah satu hal yang memastikan keberhasilan dari usaha anda.”

Mengapa kepercayaan?Begini silsilahnya,sebagaimana kata D.J Schwartz di dalam bukunya Berpikir dan Berjiwa Besar,”Kepercayaan,sikap positif saya bisa,melahirkan kekuatan,ketrampilan dan energi yang diperlukan untuk melaksanakan.Apabila anda percaya : ‘saya bisa melakukan itu’ maka berkembanglah cara untuk melaksanakannya.”Dia juga berkata,”Cara melakukan sesuatu pekerjaan selalu ditemukan oleh mereka yang percaya akan bisa melakukannya.”

Bagaimana cara menumbuhkan percaya diri kita?Ada tiga pedoman dari D.j Schwartz yang saya ringkas :

1.Berpikirlah sukses.Jangan berpikir gagal.
2.Secara teratur ingatlah bahwa anda lebih baik dari yang anda sangka.Orang-orang yang sukses adalah orang biasa,yang telah memperkembangkan kepercayaan diri dan kepada apa yang dilakukannya.
3.Lipatgandakan kepercayaan anda.Ukuran sukses anda sama dengan ukuran kepercayaan anda.Asyikilah tujuan-tujuan yang kecil,maka anda mendapat hasil yang kecil.Asyikilah tujuan-tujuan yang besar,maka anda mendapat hasil yang besar.

Setelah kepercayaan diri kita tumbuh dan keluar kekuatan,ketrampilan dan energi yang diperlukan untuk melaksanakan,maka laksanakan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya.Sehingga diharapkan hasil yang terbaik dari apa yang kita lakukan.Siapa tahu,kita bisa menjadi sebatang pinus yang tumbuh di puncak bukit,bukan cuma sebuah belukar yang tumbuh di lembah.

Prioritas

December 3, 2008

Orang yang adil adalah orang yang mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya.Termasuk dalam mengerjakan sesuatu.Dia prioritaskan hal yang paling penting dan paling mendesak untuk dilakukan.Baru setelah itu,yang lain.

Prioritas

Perumpamaan prioritas adalah orang yang membangun rumah.Dia pancangkan pondasinya dengan kuat,dia dirikan tiang dan tembok ,baru setelah itu dia buat atap diatasnya.Tidak bisa sebaliknya.Bodoh kalau seseorang membangun rumah dengan memasang atap terlebih dahulu,tanpa memperhatikan pondasinya.Atau memasang atap tapi asal-asalan dalam memasang pondasinya.Dikhawatirkan rumah tersebut akan runtuh kalau caranya seperti itu.Orang bodoh semacam ini,bisa jadi melakukan pekerjaan yang sia-sia,tanpa hasil.Buruknya,terkadang dia berprasangka bahwa dia melakukan sebaik-baik pekerjaan.

Lantas,bagaimana kita tahu mana yang paling penting untuk diprioritaskan?

Saudaraku,segala sesuatu pasti ada petunjuknya,ini sudah Sunatullah.Tidak mungkin Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan sesuatu tanpa memberi petunjuknya.Barangsiapa mengikuti petunjuk tersebut,niscaya tidak akan menyimpang dan barangsiapa tidak mengikutinya niscaya akan tersesat.Begitu juga dalam hal prioritas,pasti ada petunjuk mengenainya.Orang yang berakal pastinya mengikuti petunjuk ini.Sedang orang yang bodoh,mengabaikan petunjuk dan hanya menggunakan akal pikirannya yang belum tentu benar.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Viewfinder Design