Balada Kartu Kredit

January 19, 2009

Setidaknya ada tiga kisah yang saya punya mengenai orang yang dibuat susah oleh kartu kredit.

Kisah pertama,teman saya sendiri.Seringkali dia berkeluh kesah tentang tagihan kartu kredit yang berkala diterimanya.Walaupun dia termasuk orang yang sangat jarang menggunakannya.Alasan dia memiliki kartu kredit adalah untuk berjaga-jaga kalau ada sesuatu yang mendesak.Alasan yang klise.

Kisah kedua,teman saya juga.Ia mengeluhkan tagihan kartu kreditnya yang mencapai dua belas juta rupiah! Mungkin dia termasuk orang yang konsumtif dan ‘keenakan’ dengan kartu kredit yang dia miliki.Sehingga tidak sadar kalau tagihannya sudah membengkak sebanyak itu.

Kisah yang paling menyedihkan adalah kisah teman ibu saya.Dia menjual rumahnya dan dia beserta keluarganya sekarang tinggal di rumah dinas tempatnya bekerja,yaitu rumah dinas SD.Penyebabnya,kata ibu saya,hidupnya konsumtif,kartu kreditnya saja lebih dari satu.Mungkin ini salah satu penyebab saja,tapi saya kira sangat berpengaruh.

Frustation-Level Reduction

Di dalam text book psikologi promosi terdapat istilah frustration-level reduction.Orang-orang memerlukan kenikmatan,rasa senang,kemudahan dan comfort.Mungkin ini yang menyebabkan banyak orang begitu ‘terobsesi’untuk menggunakan kartu kredit.Memang kartu kredit menawarkan kemudahan yang tidak bisa diberikan oleh yang lain.Betapa hanya dengan menggesek kartu,tanpa harus membawa uang tunai,seseorang bisa berbelanja dalam jumlah tertentu.

Hingga pada saat seseorang terlena dengan kemudahan itu,dia tidak sadar bahwa tagihannya membengkak.Belum lagi ditambah dengan beban bunga yang harus dibayar.Yang tersisa hanyalah kebingungan dan kekalutan.

Memilih Yang Termudah

Apabila kita dihadapkan pada dua buah pilihan,maka pilihan yang termudahlah yang harus kita ambil.Tapi ini bukan kemudahan seperti yang ditawarkan kartu kredit tadi,kemudahan yang saya maksud adalah pilihan konsekuensi terkecil dan teringan. Contohnya,kita ingin membeli motor.Ada dua pilihan,ada motor baru,tapi harganya mahal,dan kita harus membelinya secara kredit.Dan ada motor bekas,yang harganya murah,kita sanggup membelinya secara kontan.Maka pilihan kita harus tertuju kepada membeli motor bekas.Karena konsekuensinya lebih kecil dan lebih ringan.

Seperti teman saya yang pertama.Mengapa dia menggunakan kartu kredit sebagai sarana untuk berjaga-jaga kalau ada sesuatu yang mendesak? Menurut saya,lebih baik dia menyisihkan beberapa persen penghasilannya perbulan untuk hal-hal yang tak terduga semacam ini.Uangnya bisa dia simpan atau mungkin dibelikan perhiasan.

Kebijaksanaan

Ciri kedewasaan seseorang adalah dia memiliki kebijaksanaan.Dia bertindak dengan mempertimbangkan konsekuensinya.Sebab,konsekuensi-konsekuensi yang diterima,terkadang tidak sebanding dengan kenikmatan yang diperoleh.Untuk itu,diperlukan sikap hati-hati dan tidak terburu-buru dalam bertindak dan memutuskan sesuatu.

Sikap menahan diri sangat diperlukan.Untuk itu diperlukan suatu perencanaan yang baik dan sikap patuh terhadap perencanaan yang telah dibuat.Godaan-godaan pasti ada.Nah,pada saat godaan-godaan itu datang kedewasaan kita diperlukan.Apakah kita akan menuruti keinginan kita dan melupakan konsekuensi yang akan kita terima atau kita mengurungkan niat karena tahu konsekuensinya? Semua bermuara kepada diri kita sendiri.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Viewfinder Design