Dalam Bergaul
Anda pernah dikatai-katai seseorang sebagai orang yang bodoh,miskin,pelit atau cap jelek lainnya? Bagaimana sikap anda menghadapinya? Apakah anda berusaha keras menunjukkan bahwa anda tidak seperti itu,atau apakah anda akan membalas dendam dengan mengatakan hal yang sama terhadap orang yang menjelek-jelekkan anda? Dibawah ini,akan diutarakan sikap yang harus diambil menghadapi orang seperti itu.
Sikap pertama adalah memaafkan orang itu.Barangkali dia berkata-kata seperti itu supaya kita merubah sikap buruk kita.Atau barangkali dia terpengaruh oleh kata-kata orang lain.Secara fitrah,sifat manusia itu baik,keadaan dan lingkunganlah yang terkadang merubah dia menjadi tidak baik,kalau tidak boleh dikatakan jahat.Berprasangka baik dapat memberikan dampak positif seperti ketenangan hati.Sebaliknya prasangka buruk membuat hidup tidak nyaman dan was-was.Apalagi apabila ditambah keinginan untuk membalas dendam.Bisa membuat jiwa dan pikiran kita tersiksa.Bersikap baiklah kepada orang yang berbuat tidak baik kepada anda,semoga saja sikapnya yang buruk berubah menjadi baik.Hanya orang berakhlak buruklah yang membalas kebaikan dengan kejelekan.
Sikap yang kedua; tidak usah menyibukkan diri menunjukkan bahwa anda itu begini,anda itu begitu.Memang,kita harus menjauhi hal-hal yang bisa menimbulkan prasangka buruk orang lain.Dan memang boleh kita menunjukkan bahwa kita tidak seperti yang orang lain bayangkan.Tapi menyibukkan diri dengan hal-hal tersebut akan menguras waktu dan pikiran kita. Justru menurut saya,lebih baik besarkan hati kita untuk mengakui bahwa kita seperti itu-yaitu cap jelek yang disematkan kepada kita-. Pengakuan akan menimbulkan ‘pelepasan’ beban yang ada.Keinginan kita untuk menunjukkan bagaimana sebenarnya diri kita adalah beban.Dan agar bebannya hilang,kita harus melepaskannya.Pengakuan akan kejelekan yang kita miliki-menurut saya-bukan sikap pesimistis,justru menurut saya merupakan tahap untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri.
Sikap yang ketiga; apabila orang itu tetap berkata buruk kepada anda,meskipun anda sudah berbuat baik kepada dia,maka berbicaralah empat mata dengan dia.Susah? Bagi sebagian orang,hal ini mudah,tapi bagi sebagian yang lain,hal ini terasa sulit.Saran saya,bagi anda yang mengalami kesulitan untuk berbicara empat mata dengan orang yang berkata buruk kepada anda,agar meminta tolong kepada orang yang terpercaya untuk berbicara dengan orang tersebut.
Sikap yang keempat; gagal? Tidak apa-apa,ada solusi lagi yaitu jangan hiraukan orang tersebut,anggap keberadaannya tidak ada.Menyibukkan hati kita dengan orang yang tidak kita sukai,akan menyia-nyiakan waktu kita.
Sikap yang kelima; apabila orang tersebut masih tetap bersikap sama,maka boleh anda melawan atau membalas hal yang sama terhadap dia.Tapi anda tidak boleh melebihi batas,anda membalas harus sama kadarnya dengan dia.Anda tidak berani? Saya hanya bisa berkata,doa orang yang teraniaya sangat makbul.
Dalam bergaul dengan orang lain memang diperlukan kesabaran.Manusia mempunyai watak dan karakter yang berbeda satu sama lain.Untuk menghadapi salah satu orang tentu berbeda dengan lain orang.Untuk itu diperlukan kebijaksanaan dan kemampuan untuk bersikap yang tepat.Kita tidak bisa selamanya bersabar dengan ulah seseorang,tapi tidak selamanya kemarahan harus dibalas dengan kemarahan.Kita letakkan pada posisinya masing-masing dengan mempertimbangkan manfaat dan mudharat yang didapat.
Hal yang paling penting adalah keikhlasan kita.Keikhlasan merupakan syarat utama kesuksesan dalam bergaul.Kalau kita berbuat baik kepada manusia karena ingin dikatakan orang baik atau hanya karena ingin mendapatkan keridhaan mereka,maka kekecewaanlah hasilnya.Sebab penilaian kebanyakan manusia hanya berdasar suka atau tidak suka,senang atau tidak senang yang kadang-kadang tidak berdasarkan logika.Bisa saja ada orang yang benar-benar baik dikatakan sebagai orang yang jahat,karena orang tersebut tidak disukai,ini hanya salah satu contoh.
Sebagai penutup saya hanya mengingatkan bahwa kebaikan pasti dibalas dengan kebaikan dan keburukan pasti dibalas dengan keburukan.Berbuat baiklah agar anda mendapat kebaikan dan jangan berbuat keburukan kalau tidak ingin ditimpa kemalangan.Untuk itu,kita harus senantiasa mengoreksi diri.
