Rumah
Sebenarnya,fungsi rumah bukan hanya sebagai tempat untuk tinggal dan berteduh.Terdapat fungsi lain yang lebih penting dari itu.Bolehlah kalau kita mengkombinasikannya dengan Teori Hierarki Kebutuhan yang dicetuskan Abraham Maslow,untuk mengetahui berbagai macam fungsi yang terdapat pada rumah.Rumah yang disebutkan disini bukan hanya sebuah bangunan tempat tinggal.Tapi meliputi komunitas yang tinggal di bangunan tersebut,yang kita namakan keluarga.
Rumah Sebagai Kebutuhan Pokok Manusia
Untuk melindungi diri dari gangguan alam seperti hujan,badai,dan gangguan binatang,manusia jaman dahulu bermukim di gua.Seiring dengan perkembangan akal dan estetika,manusia membangun rumah dengan memahat batu atau membuat rumah panggung yang sederhana.Jaman bergulir dan karena manusia semakin pandai,bangunan rumah bukan hanya berfungsi sebagai tempat tinggal,tapi juga mencerminkan kekayaan,kemewahan dan kemegahan.
Tapi semewah dan semegah apapun suatu rumah,kalau tidak memenuhi fungsi utamanya,yaitu sebagai tempat tinggal,maka tidak layak disebut sebagai rumah yang ideal.Seperti sebuah padang rumput tanpa binatang di atasnya.Rumah,walaupun sederhana,ataupun hanya mengontrak,apabila sudah memenuhi fungsi utamanya,sudah cukup untuk membuat kita bersyukur.
Rumah Sebagai Tempat Yang Aman
Rasa aman merupakan tingkat kedua kebutuhan manusia di dalam Teori Hierarki Kebutuhan.Rasa aman disini bukan hanya secara fisik,tapi juga secara psikologis.Rumah,harus bisa memberikan rasa aman kepada penghuninya.Antara penghuni satu dengan yang lain harus bekerja sama untuk mewujudkannya.Apalagi orang tua sebagai pemimpin rumah.
Banyak kasus menyebutkan,di dalam rumahpun rasa aman kadang susah diperoleh.Kasus seperti anak yang diperkosa oleh ayah kandung,ibu yang dibunuh oleh anaknya sendiri banyak kita dengar di berita.Selain itu,kekerasan psikologis,seperti omelan,cacian,hinaan dan intimidasi juga kerap diterima oleh para anggota keluarga.Kalau di rumah saja tidak aman,bagaimana dengan tempat yang lainnya?
Rasa aman dapat dicapai dengan keimanan dan ketakwaan.Setelah itu,dengan toleransi,empati dan tenggang rasa.Merasakan sakit apabila ada anggotanya sakit. Saling membantu kalau ada yang kesusahan dan saling melindungi.Kalau sudah seperti itu,rasanya tidak mungkin antara anggota keluarga yang satu dengan anggota keluarga yang lain saling menyakiti.
Rumah Sebagai Tempat Mencurahkan Kasih Sayang
Dr.Frederich Goodwin menduga,”Telah terjadi erosi besar-besaran terhadap keluarga inti.Berlipat gandanya angka perceraian dan semakin sedikitnya waktu yang disediakan orang tua bagi anak-anak.”
Dr.Teddy Hidayat,SpKJ,seorang psikiater menanggapi pernyataan Goodwin tersebut di sebuah rubrik konsultasi kesehatan,”Dengan semakin maju dan modernnya suatu masyarakat,semakin sedikit orang yang tinggal di rumah karena harus bekerja dan menghabiskan sebagian besar waktu mereka di luar rumah.Semakin banyak orang tua yang tidak peduli terhadap kebutuhan anak sewaktu anak tumbuh kembang.” Dengan kata lain,banyak orang tua yang lalai memberikan kasih sayang kepada anaknya.
Anak yang kurang kasih sayang,dikhawatirkan mencari ‘kasih sayang’ di luar rumah.Bisa saja dia akan bergaul dengan remaja berandalan,atau dengan orang-orang rusak lainnya.Atau mungkin sebaliknya,dia akan susah untuk diterima di kelompoknya.Orang tua tidak boleh egois,tidak boleh asyik dengan dunianya sendiri.Dia harus bertanggungjawab dengan memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya.Kasih sayang orang tua tentu berbeda dengan kasih sayang pembantu dan yang lainnya.Kasih sayang disini,bukan berarti memanjakan dengan tanpa batasan.Kasih sayang berarti memberikan yang terbaik untuk kemaslahatan.Oleh sebab itu,kadang-kadang sikap keras diperlukan,tapi kelembutan lebih diutamakan.
Rumah Untuk Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri erat kaitannya dengan motivasi.Dan motivasi didapatkan karena kasih sayang.Tapi kita lihat,banyak orangtua yang pelit untuk memberikan pujian atau apresiasi positif lainnya ketika anak melakukan hal yang positif.Sebaliknya,ketika anak berbuat sedikit kesalahan,cacian dan omelan langsung terlontar.Anak yang terbiasa disalahkan akan menjadi anak yang rendah diri,dan akan berpengaruh terhadap kepribadiannya saat dewasa.
Sebuah keluarga yang saling mendukung satu sama lain adalah keluarga yang sehat dan berpotensi menghasilkan manusia dengan mental yang bagus,yang kuat dan tabah dalam menghadapi tantangan hidup.Sebaliknya,keluarga yang penuh dengan cemoohan dan cacian akan melahirkan manusia-manusia rapuh dan cengeng yang akan lembek dalam menghadapi tantangan hidup.Memang dalam hal ini diperlukan kesabaran.Tapi,ini konsekuensi kalau kita menginginkan anak-anak kita sehat secara mental.
Rumah Sebagai Tempat Pendidikan
Pernyataan diri (Self Actualization) merupakan tingkat kebutuhan yang tertinggi dalam Teori Hierarki Kebutuhan.Ini merupakan kebutuhan untuk tahu dan mengerti,kepuasan akan kebutuhan pengetahuan.Kebutuhan ini akan muncul bila semua kebutuhan sudah terpenuhi.
Rumah,merupakan tempat pendidikan yang pertama bagi anak.Dan termasuk yang paling utama dan terbaik.Orang tua adalah guru dan contoh utama tingkah laku anak.Anak akan meniru tingkah orang tua,baik atau buruk.Perlu sebuah tulisan khusus untuk membahas ini,supaya tulisan ini tidak terlalu panjang.
Penutup
Tulisan diatas tidak mencerminkan kalau fungsi rumah hanya sebatas itu.Masih banyak fungsi rumah yang mungkin jauh lebih penting,yang luput dalam pembahasan.Yang paling penting,mulai saat ini,kita menata kembali kehidupan keluarga kita.Jangan bermimpi ingin merubah bangsa,kalau untuk mengurus keluarga saja tidak becus.Ingat,sesuatu yang besar bermula dari yang kecil.Mulai dulu dari keluarga kita,kemudian baru yang lain.
