Sikap Tenang
Air beriak tanda tak dalam,peribahasa yang mempunyai arti bahwa orang yang bodoh banyak bicaranya.Tapi,sebenarnya,peribahasa ini mempunyai banyak arti selain itu.Kita bisa mencari artinya dengan melihat fenomena yang terdapat pada air.Kita lihat air,semakin dangkal tempatnya,semakin banyak gerakannya.Sebaliknya,semakin dalam tempatnya,semakin tenang.Sigmund Freud berpendapat bahwa hukum-hukum dinamika bisa diterapkan pada personalitas manusia sebagaimana berlaku pada tubuhnya.Bahasa mudahnya,fenomena-fenomena yang terjadi di alam,sebenarnya juga terjadi pada manusia.Sifat air secara tidak langsung sama seperti sifat kita.Jadi,peribahasa ini berarti juga semakin tidak dalamnya seseorang-yang berarti semakin tidak dewasa dan bijaksananya seseorang-,semakin berkurangnya sifat tenang yang ada padanya
Berbicara tentang sikap tenang,diantara manusia ada yang bersikap tenang ketika menghadapi berbagai masalah.Tapi ada juga,orang yang bersikap tenang ketika tertimpa masalah kecil,tapi tidak bisa seperti itu ketika tertimpa masalah besar.Ada orang yang bisa bersikap tenang ketika tertimpa masalah besar,tapi anehnya ketika ada masalah kecil,dia tidak seperti itu.Yang paling buruk,adalah orang yang tidak bisa bersikap tenang ketika tertimpa setiap masalah,besar atau kecil.Mungkin kita,saya dan anda, termasuk kelompok yang terakhir.
Bersikap tenang berarti bersikap seperti sebuah batu.Dia tetap kokoh berdiri,walaupun ditimpa angin,hujan ataupun badai.Orang yang bersikap tenang tidak akan banyak mengeluh dan tidak gelisah,dia akan bersabar dengan apa yang dia terima.Maka dari itu,hal pertama yang harus kita miliki adalah kepasrahan terhadap apa yang ditakdirkan kepada kita.Kita meyakini apa yang ditakdirkan terjadi pasti terjadi,dan apa yang tidak ditakdirkan pasti tidak akan terjadi.Yakinilah,apa yang ditakdirkan kepada kita adalah yang terbaik untuk kita.
Sikap optimis juga diperlukan agar sifat tenang diraih.Sebenarnya,sikap optimis adalah sifat tenang itu sendiri.Sikap optimis bisa didapatkan dengan meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala akan selalu membantu kita.Untuk itu,kita harus memperbanyak berdoa kepadaNya.Setelah itu kita bertawakal dan menyerahkan hasilnya kepadaNya.
Memang,ada orang yang memang wataknya bersifat tenang.Tapi,tidak tertutup kemungkinan,orang yang tidak bersifat seperti itu,memilikinya.Untuk itu diperlukan belajar dan mencoba terus-menerus.Kita bisa belajar kepada orang-orang yang bijaksana.Atau minimal,menjadikan mereka teman,agar kita bisa meniru sifatnya.Tidak ada kata terlambat untuk berubah.
