Menyikapi Orang Lain
Perbedaan manusia dengan makhluk yang lain,adalah manusia diberi akal.Dengan akal,manusia bisa membedakan yang baik dengan yang buruk.Dengan akal,manusia bisa mengetahui mana yang berbahaya dan mana yang bermanfaat.Dengan akal,manusia bisa bisa mengetahui mana yang menguntungkan dan mana yang merugikan.Demikianlah fungsi akal,dan masih banyak lagi andaikata manusia mau berfikir dan merenunginya.
Akal,seperti halnya pisau,bisa tajam dan bisa tumpul.Agar akal selalu tajam,harus diasah dengan sering dipergunakan dan selalu ditambah gizinya.Gizi akal adalah pengetahuan dan pengalaman.Dengan memperhatikan hal-hal disekeliling kita,mengambil pelajaran dari setiap kejadian,berguru kepada cerdik pandai,dan membaca buku.Tegasnya,orang yang berakal adalah orang yang belajar.Terus menerus,bertahap,dan hasilnya adalah: kematangan.Betapa banyak orang yang tidak matang dalam usianya yang sudah matang,karena mereka tidak mau belajar.Tidak mau mempergunakan akalnya.
Ketika manusia dihadapkan dengan manusia yang lain-yang pastinya terdapat perbedaan dalam pandangan,pengetahuan,dan tujuan-maka peran akal sangat diperlukan.Saya yakin,akal mampu membedakan mana orang yang baik dan mana orang yang tidak baik,walaupun kadang-kadang tertipu dengan penampilan luar.Supaya tidak tertipu,maka kita harus waspada,dan bertanya apabila ada yang mencurigakan.
Tapi,prasangka baik tetap diutamakan.Kita meyakini bahwa orang lain itu baik,selama tidak menemukan ‘cacat’ atau keburukan pada dirinya.Terkadang,kita menganggap buruk seseorang hanya karena terpengaruh kata-kata orang lain.Kecuali kalau orang tersebut adil dan amanah,bisa saja hal tersebut didasarkan kepada kebencian dan permusuhan.Yang utama adalah cek dan ricek tentang bagaimana keadaan yang sebenarnya.
Jangan sampai kita menyebarkan sesuatu yang buruk tentang orang lain,yang mungkin saja berbeda dengan keadaan yang sebenarnya.Kalau kita seperti itu,berarti kita mencari-cari penyakit dan mengobarkan permusuhan apabila orang tersebut mengetahuinya dan tidak rela.Ini banyak terjadi di sekeliling kita,dimana kehormatan orang lain tidak lagi dihargai.Dimana kesalahan dan kelemahan seseorang menjadi konsumsi publik.Kita harus bijaksana dalam menyikapi hal tersebut.
Kehormatan manusia,lebih berharga dari harta.Tidak boleh kita menjatuhkannya,menginjak-injaknya,kecuali ada alasan yang haq.Seharusnya kita sadar,bahwa kita juga tidak mau diperlakukan seperti itu.Nah,kalau kita tidak mau kehormatan kita diinjak,bukankah orang lain juga seperti itu?
Akal adalah rasa malu,malu untuk melakukan keburukan.Malu untuk merugikan orang lain.Tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak memiliki rasa malu.Akal adalah rasa takut,takut akan akibat buruk dari perbuatan kita.Oleh karena itu,orang yang berakal adalah orang yang berhati-hati.Dan: memiliki hati.
