Mudik
Tidak terasa lebih dari dua minggu kita berpuasa.Semoga kita tetap kuat menjalaninya sampai akhir bulan Ramadhan.Jadikanlah bulan suci ini sebagai sarana untuk mendapatkan ampunanNya.Sebab, ampunanNya lebih baik dan lebih berharga daripada dunia dan seisinya.Jangan sia-siakan waktu, sebab waktu adalah nafas yang takkan pernah kembali.
Sebentar lagi Idul Fitri.Hampir setiap muslim mempersiapkannya jauh hari.Entah dengan membeli baju baru.Merenovasi rumah dan yang lain.Dan jangan lupakan mudik bagi yang tempat tinggalnya berada di luar daerah kelahirannya.Mudik memang termasuk ritual tahunan bangsa kita.Bahkan bisa disebut wajib bagi para perantau.
Begitu ‘sakral’ nya ritual mudik ini, sehingga banyak orang yang memaksakan diri melakukannya walaupun tidak memiliki kemampuan.Kita lihat, banyak orang yang rela berdesak-desakkan,berdiri di bis atau kereta.Atau ada yang rela naik motor untuk menempuh jarak ratusan kilo bersama keluarganya.Tentunya hal tersebut sangat berbahaya. Selayaknya seseorang melihat kemampuan yang ada pada dirinya dan berbuat berdasarkan apa yang dia mampu.
Jangan sampai kesusahan yang didapatkan, bukannya kesenangan. Saya teringat ketika kantor mengadakan pelatihan.Ada sesi dimana peserta disuruh untuk mematahkan pensil menggunakan jari tangan.Saya lihat,sebagian besar peserta mampu mematahkan pensil.Harap maklum,pensilnya terbuat dari kayu.Lain halnya, bila pensil tersebut terbuat dari besi atau baja, saya yakin kebanyakan orang tidak bisa mematahkannya.
Nah, berusaha mematahkan pensil besi serupa dengan sikap memaksakan diri.Hasilnya, sebuah rasa sakit atau bahkan kegagalan yang klimaksnya adalah patahnya jari tangan kita.Patahnya jari tangan berupa banyaknya hutang, kecelakaan dan masih banyak lagi.
Saya tidak menghalangi niat anda untuk mudik.Bagaimanapun juga, keinginan untuk menyambung tali silaturahmi dengan kerabat dan teman yang lama tidak bertemu adalah perbuatan terpuji.Yang kurang terpuji adalah sikap memaksakan diri ketika kita tidak atau kurang mampu untuk melaksanakannya.
Banyak alternatif lain yang bisa diambil.Misalnya, mudik pada waktu selain Idul Fitri.Atau mudik pada saat Idul Fitri, tapi beberapa tahun sekali.Dan masih banyak lagi.Alternatif adalah bagaimana cara mematahkan pensil besi tanpa membuat tangan sakit atau terluka.Andaikan banyak orang yang seperti itu,mungkin kecelakaan dan kemacetan jalan bisa diminimalisir.
Sebagai penutup, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H,Taqoballahu Minna wa Minkum.Selamat mudik, hati-hati di jalan.Dan jangan lupa oleh-olehnya dikirim kesini, hehehe.
